Minggu, 29 Juli 2012

Kesetiaan


Kesetiaan adalah salah satu hal yg paling penting dalam sebuah hubungan. Hubungan itu sendiri bukan hanya hubungan berpacaran, bisa teman atau sahabat. Kesetiaan bisa dibilang dasar dan visi dari sebuah hubungan yang abadi. Kepercayaan, komunikasi yg baik, kejujuran atau apalah, itu semua hanya sekedar misi untuk mencapai kesetiaan itu sendiri.
Aku mencoba mencari tahu tentang kesetiaan. Setia kepada pasangan, setia kepada cinta, setia kepada teman, setia kepada tujuan. Ketika ingin setia, selalu ada kecurigaan yang menyertainya. Semua kecurigaan itu pasti ada alasannya bahkan untuk sesuatu yang belum terjadi. Kita sendiri pun pernah merasa dikhianati dan mengkhianati, setia dan tidak setia. Kita pun pernah merasakan cinta yang membawa kita ke tempat tertinggi, kita lalu merasakan yg namanya terjatuh karena kesalahan kita sendiri. Kita memang tidak mati tetapi lukanya membuat kita tidak bisa berjalan seperti dulu lagi. Kesetiaan memang tidak bisa direncanakan, sama seperti hidup sama seperti cinta.
Well, seberapa banyak sih manusia yang bisa bertahan setia ? Hmm sebenarnya apa sih alasan seseorang ketika akhirnya dia menjadi tidak setia ? Let’s see

Recycle Song


Bagi para pecinta musik pasti tidak asing lagi dengan istilah recycle song. Recycle song adalah teknik mendaur ulang lagu dengan nada ataupun melodi yang berbeda. Bahkan seringkali banyak yang mengubah genre lagu dari lagu aslinya. Orang-orang yang bisa me-recycle lagu biasanya adalah orang yg kreatif dan memang sangat mengerti tentang musik.
Untuk me-recycle lagu itu sebenernya sih gampang-gampang susah. Bagi para musisi biasanya tidak sembarangan untuk me-recycle lagu, mereka biasanya sangat mengutamakan kualitas. Tidak hanya terdengar cocok ditelinga mereka dengan lagu yg mereka recycle tetapi harus terdengar harmonis dan  pas. Me-recycle lagu sebaiknya harus lebih bagus dari lagu aslinya setidaknya pas dan menarik ditelinga pendengar. Musisi biasanya akan sangat senang bila hasil recycle-nya bisa diterima banyak penikmat musik itu berarti mereka berhasil. Naah bagi orang biasa yang hanya hobi musik seperti saya biasanya untuk me-recycle musik tidak serumit para musisi lakukan. Tidak terlalu mementingkan kualitas, yang penting pas dan cocok. Ntah mau diterima orang atau tidak, ntah bagaimana pendapat orang, yang penting kita sudah mencoba mengapresiasikan hobi bermusik kita. Biasanya kita memiliki kepuasan tersendiri setelah lagu yang coba kita recycle itu jadi walaupun tidak sempurna. Mungkin istilah yang tepat bagi orang yang hobi musik termasuk saya adalah cover song.
Cover song adalah kata lain dari recycle song. Sebenarnya sama saja yaitu teknik mendaur ulang lagu tetapi ada sedikit perbedaan. Beberapa menggunakan lagu cover sebagai jembatan untuk meraih sukses lebih cepat. Seringkali kita lihat situs youtube banyak sekali yang meng-cover lagu, memang banyak yang bagus bahkan tidak jarang membuat kita kagum tetapi banyak juga yang asal-asalan. Yang asal-asalan itu biasanya mereka yang memang kurang mengerti musik tetapi mereka ingin mencoba. Oleh karena alasan itu, lagu cover sering menjadi paradoks dalam menakar orisinalitas musisi. Bagi kalangan idealis, beberapa mengharamkan lagu cover dan berkonsentrasi membuat seni musikalitas sendiri.
Saya sendiri banyak mengenal musisi dari lagu cover yang dibawakan oleh orang lain. Saya juga menyambut baik musisi yang mau membawakan lagu cover. Dengan banyak catatan tentunya. Misalnya, lagu yang dibawakan mempunyai kesesuaian baik dari karakter maupun tema. Salah musisi cover yang saya idolakan adalah Audrey dan Gamaliel Tapiheru, Mereka selalu membuat saya terpana dengan lagu-lagu yang mereka cover, tidak asal-asalan. Dan saya senang sekali mereka sekarang sudah memiliki single sendiri dan sukses.
Meski demikian, pepatah klasik “tak ada yang seindah aslinya” selalu bisa diterapkan untuk menangkisnya. Apapun tujuannya, lagu cover memang selalu menarik disimak.

Hidup Sendiri


Perjuangan hidup merantau. Itu gambaran hidup saya sekarang. Sebenarnya bukan yang pertama kali saya hidup sendiri jauh dari orang tua. Dulu, saat masuk SMA saya tinggal di asrama, yah mau tidak mau harus mau karena memang wajib. Setahun saya tinggal di asrama, yah walaupun hanya setahun sudah cukup buat saya untuk merasakan susahnya hidup mandiri dan tentunya ini menjadi pengalaman saya. Cuci baju sendiri, cuci piring sendiri, nyapu ngepel,  dan semua pekerjaan yang hampir tidak mungkin kita kerjakan harus dikerjakan sendiri pada saat itu di asrama. Benar-benar pengalaman yang luar biasa.
Setelah lulus dari SMA saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Yogyakarta. Kenapa Yogyakarta ? Selain karena merupakan kota pelajar, dari dulu saya memang ingin sekali tinggal di kota ini. Saya mengambil jurusan Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang memang sudah sangat bagus akreditasinya, rencana selesai dan sudah meraih gelar profesi apoteker tahun 2014. Amin o:)
Banyak teman-teman saya di sini yang bertanya-tanya, kok kamu mau kuliah jauh-jauh ke jogja ? Kok nggak di Palembang aja ? Hmm begini, sebenarnya saya tidak tinggal di kota Palembangnya tapi di suatu kota terpencil yang memang di sana tidak ada universitas satupun. Saya tidak minat ke Palembang karena saya memang tidak tertarik lagipula di universitasnya tidak ada jurusan yang saya tuju. Memang sih sangat jauh tapi untung lah saya punya orang tua yang selalu mendukung keputusan-keputusan saya. Lagipula, niat saya baik, untuk menuntut ilmu. :)
Salah satu tujuan saya ke kota Yogyakarta, selain karena standard pendidikannya yang memang baik, adalah untuk mencari pengalaman dan mencoba hidup sendiri jauh dari orang tua. Untuk pertama kalinya saya hidup benar-benar sendiri, tanpa keluarga tercinta. Jujur… GAK MUDAH! Kamar saya berantakan tiap hari, stock baju saya pada saat ini sudah semakin menipis karena belum nge-laundry lagi, dan yang paling susah adalah bangun tidur sendiri karena biasanya selalu dibangunin orang tua. Untung saya sudah punya pengalaman hidup sendiri waktu SMA di asrama walaupun cuma setahun. Pengalaman itu benar-benar sangat berguna bagi saya sekarang ini. Beginilah memang kalau hidup sendirian. Kehidupan anak kost, perantauan. Tapi ya namanya juga kita belajar untuk mandiri, pasti harus ada tantangannya.

Mengapa Farmasi ?


Memilih jurusan kuliah adalah sesuatu hal yang BESAR dan SANGAT SULIT, efeknya tidak hanya 3 atau 4 tahun selama kita menjalani kuliah tapi SEUMUR HIDUP.  Yes, It’s about our future. Jika dari awalnya kita tidak enjoy menjalankan apa yang sudah dipilih, we will be less likely to succeed.
Mungkin masih banyak yg bertanya, apa itu farmasi ?  Tidak heran kalau masih banyak yang tidak tahu tentang seluk beluk farmasi, baik itu orang tua bahkan anak muda. Karena memang yang sangat dikenal orang tentang farmasi adalah segala sesuatu tentang obat-obatan. Ya, farmasi adalah ilmu dibidang kesehatan khususnya obat-obatan tetapi tidak hanya itu, farmasi juga mempelajari tentang tubuh manusia, makanan, dan berbagai produk. Kenapa saya bisa memilih farmasi ? Sebenarnya dulu awal kelas 3 SMA, saya mulai bingung dan takut karena belum ada bayangan apa-apa dengan jurusan yang akan saya pilih nanti. Bahkan saya juga belum tahu apa sebenarnya minat saya. Saya sebenarnya tertarik dengan bidang seni terutama musik tetapi itu saya terapkan hanya sebagai hobi karena saya tidak begitu ahli di bidang ini, karena itulah juga saya mengapa saya tidak memilih jurusan ini sekarang. Saat menjalani kelas 3 SMA saya mulai fokus untuk mengetahui minat saya, dan akhirnya saya mendapat sedikit pencerahan. Saya pikir selama ini saya selalu fun dan merasa enjoy dalam belajar kimia apalagi guru kimia SMA saat itu sangat menyenangkan, so funny. Saya juga tertarik untuk mengetahui kandungan dalam berbagai produk. Contohnya, sebelum saya makan makanan yg saya beli, saya selalu melihat komposisi dari makanan tersebut dan tidak jarang saya selalu memiliki rasa penasaran dan ingin tahu. Dari sana saya akhirnya memilih jurusan farmasi. Mengapa tidak teknik kimia ? Jawabannya sederhana, karena saya tidak suka teknik dan saya tidak cukup pintar untuk mengambil jurusan teknik, karena memang jurusan teknik – setahu saya – dikenal dengan jurusan untuk orang-orang yang intelegent nya tinggi :)
Lalu jika dilihat dari skala lebih besar, farmasi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Pharmacistlah yang menciptakan obat-obatan. Pharmacist juga memiliki tanggung jawab yang besar dalam keselamatan hidup manusia. Jika pharmacist salah memberi obat atau tidak teliti dalam penyampaian kepada pasien maka efeknya akan sangat besar terhadap keselamatan pasien tersebut.
Sekarang saya belajar semua ini dengan harapan (siapa tau) saya bisa menyumbangkan sesuatu lah untuk membantu masalah-masalah kesehatan di Indonesia. Siapa tau juga kalau suatu saat nanti saya bisa menjadi seorang Pharmacist yg hebat dan memiliki apotik sendiri. Siapa tau kan? ;)
Share

[Get Widget]